Metro Konversi Elpiji
Kota Metro mendapat giliran konversi minyak tanah ke gas elpiji yang dijadwalkan berlangsung minggu ketiga Juli Setelah Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Penerima elpiji diestimasi sebanyak 25.861 kepala keluarga.
Sekretaris Kota Metro, Zaini Nurman, mengatakan pemerintah Kota Metro membentuk Tim Koordinasi Pelaksana Program Konversi Minyak Tanah ke Elpiji berdasarkan SK Walikota Nomor 186/KPTS/04/2009, tertanggal 12 Mei. “Kami meminta camat dan lurah bersungguh-sungguh menyosialisasikan program ini ke masyarakat,” kata Zaini Nurman pada sosialisasi konversi, di ruang rapat Pemkot Metro, Selasa (30-6).
konversi merupakan kebijakan energi nasional yang harus di dukung karena mengurangi subsidi hingga Rp 40 triliun,tegas Zaini. Penghematan subsidi itu diharapkan dapat mempercepat target anggaran 20% untuk pendidikan dan dialihkan ke program pembangunan yang lebih menyentuh kesejahteraan rakyat.
Dia mencontohkan dalam sehari, penggunaan minyak tanah paling sedikit 1liter. Selama delapan hari biaya minyak tanah mencapai Rp 24 ribu dengan harga Rp3.000/liter. Sementara, penggunaan elpiji selama delapan hari hanya membutuhkan biaya Rp13 ribu.
Pada bagian lain, Sales Representative Pertamina Gas Domestik II, I Gusti Bagus Suteja, mengatakan sejak peluncuran konversi di Bandar Lampung, Pertamina hanya bertugas menyalurkan tabung elpiji, kompor, dan aksesorisnya. Pencacahan calon penerima dilakukan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) melalui konsultan. Tugas pengawasan dan verifikasi juga dilakukan konsultan.
Verifikasi calon penerima, kata Suteja, dilakukan PT Gita Persada. Konsultan ini juga bertugas mengawasi penyaluran dan verifikasi penerima paket perdana. “Verifikasi dilakukan apakah penerima tepat sasaran dan apakah calon penerima yang dicacah sesuai kriteria atau tidak. Intinya, Pertamina hanya menyalurkan tabung dan kompor berdasarkandata Departemen ESDM.” Kata dia.
Proses pencacahan calon penerima tabung dan kompor dilakukan PT Kencana Mandiri Uli Nusantara. Pencacahan, menurut Suteja, dilakukan usai pemilihan presiden (pilpres). “Pencacahan di Metro memang mundur karena pilpres,” kata Suteja.



Metro Files


